alexa snippet

Bukan Ancaman, SMS HT Justru Bentuk Kritik Terhadap Penegak Hukum

Bukan Ancaman, SMS HT Justru Bentuk Kritik Terhadap Penegak Hukum
Muchtar Pakpahan (Sindophoto)
A+ A-
JAKARTA - Short message service atau pesan singkat yang dikirim CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo kepada Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Agung, Yulianto dinilai tidak mengandung unsur ancaman.

Guru Besar Hukum Pidana ‎Universitas Kristen Indonesia Muchtar Pakpahan‎ berpendapat, SMS dari Hary Tanoesoedibjo (HT) adalah kritikan dari masyarakat yang menginginkan keadilan.

"Itu adalah kritikan dari masyarakat yang membutuhkan keadilan, itu bukan ancaman‎," kata Muchtar kepada Sindonews di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 10 Februari 2016.

‎Dia  berharap Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri bisa melilhat secara jelas permasalahan ini.

"Kritikan sekaligus harapan kepada Jaksa Agung sebagai penegak hukum. Apalagi saat ini Jaksa Agung sudah berbau politik, memihak, tidak objektif," katanya. (Baca juga: HT Buka-bukaan Soal Isi SMS yang Dikirim ke Yulianto)

Dia juga menilai apa yang dilakukan M Prasetyo selama memimpin Korps Adhyaksa ini dinilai lebih banyak berbau politis, atau tidak objektif. "Kita aktivis sering bilang, tidak ada harapan penegakan hukum dari Kejaksaan Agung," kata Muchtar yang juga Ketua Umum Serikat Buruh Sejahtera Indonesia ‎(SBSI) ini

HT telah melaporkan Yulianto ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pada Jumat 5 Februari 2016. Ketua Uumum DPP Perindo itu menilai Yulianto telah melakukan pencemaran nama baiknya karena menganggap dirinya telah melakukan ancaman melalui SMS dan melaporkannya ke Bareskrim.


PILIHAN:

Jokowi Sentil Menteri Kabinet di Sidang Paripurna




(dam)
views: 6.399
loading gif
Top